Posts

Showing posts from April, 2020

[OPINI] Apakah Perempuan Harus Memilih atau Menolak

Emansipasi Wanita Emansipasi wanita adalah ketika seorang perempuan tidak terbelenggu oleh apapun saat ia ingin memilih sesuatu. Hal inilah yang diperjuangkan oleh R.A. Kartini pada masa perjuangan. Pendidikan dan perempuan adalah hal yang sangat sensitif jika dibicarakan pada masa-masa kelulusan SMA. Ketika orang tua lebih memilih untuk mengizinkan anak perempuannya bekerja daripada kuliah. Lalu, apakah seorang perempuan harus memilih pendapat orang tua dan mengubur mimpinya ataukah menolak pendapat orang tua? Perlu kita ingat kembali hadits Nabi yang menyatakan bahwa, menuntut ilmu merupakan kewajiban untuk setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan. Jadi, seorang perempuan boleh menolak keputusan orang tuanya dengan mengatakan alasan dengan sopan dam sungguh-sungguh agar orang tua bisa menimbang lagi keputusannya. Lalu, saat orang tua bertanya untuk apa kuliah jika ujungnya di dapur. Itu alasan kuno yang harus perempuan-perempuan mile...

Untukmu, Pejuang Garda Terdepan!

Gerimis sendu malam ini membawaku pada lamunan pilu. Menghantarkan rekaman hari-hari lalu. Peristiwa itu kembali muncul dalam pikiranku. Menggerakkanku untuk menulis sebuah surat untukmu. Pejuang di garda terdepan bumi pertiwi. Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam hormat dariku, untuk kalian para dokter, perawat, petugas rumah sakit, dan tenaga medis lainnya. Salam cinta dariku untukmu para pejuang di garda terdepan untuk melawan virus corona di bumi pertiwi kita. kalianlah para pahlawan kemanusiaan. Saat kami diharuskan untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah, bahkan ibadah dari rumah, dan menerapkan social distancing untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19. Kalianlah. Kalian yang justru bekerja untuk menangani pasien positif covid-19. Bahkan kalianlah yang berdiri kokoh di samping pasien covid-19. Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi kalian para pejuang garda terdepan. malam ini pasti kalian sangat lelah. bekerja seharian dengan tulus ikhlas membantu k...

Buka Bersama? di Rumah Saja

Angin semilir menentramkan jiwa Menyejukkan qalbu Membangkitkan semangat Menghantar jumpa Gurat jingga beriring hilal Sabit nun dinanti setahun sekali Memanggil umat islam memperhatikannya Teropong melihat sabit mengintip malu-malu Ramadhan Kareem telah tiba Sorak cita kian menggema Tahmid terus terucap Basah sudah mulutnya mengagungkan asmaNya Adzan isya berkumandang Anak-anak berlarian senang Muda-mudi semangat melangkahkan kaki Sesepuh tertatih keluar rumah dengan mantap Semuanya menuju rumahNya Sholat tarawih pertama Namun Ramadhan kali ini berbeda Pemandangan di atas tak lagi terlihat Pandemi yang tak kunjung usai Adalah jawaban nyata Lihatlah, muda-mudi itu Mereka hanya bisa di rumah saja Tak bisa keluar rumah Meski sekadar berkumpul dengan kawan Ramadhan tahun ini berkesan Tak ada rencana buka bersama bagi mereka dengan kawan-kawan Tak ada antrean tanggal bukber di kalender mereka Tak ada acara reuni dadakan Tak ada pula pengeluaran yang membe...

Ramadhan ala Si Rebahan

Salam hangat dari Ramadhan 1441 H Untuk semua kaum rebahan Holaa.. Apa kabar untuk yang istirahat sebelum waktunya? Apa kabar untuk yang berpisah terlalu cepat. tanpa jabat. dan peluk erat? Aku harap kalian baik-baik saja. Meski tanpa jabat, juga peluk erat,, Do'a akan sampai pada muaranya. Sukses selalu untuk kalian semua! Sudah berapa lama kita #dirumahaja menit berganti jam berpilin hari menjadi minggu mengakar bulan. semoga pandemi ini segera usai! tak terasa, Hari ini, kita masuk pada bulan baru. Bulan penuh kasih. Bulan penuh hikmah. Bulan terindah, dari semua bulan selama satu tahun. Dimana pada bulan ini, semua amalan dilipat gandakan pahalanya oleh Sang Maha Pengasih. Ramadhan Kareem. Kaum rebahan, apa kabar? Apakah masih dengan posisi rebahanmu bulan lalu? Masih dengan anganmu tentang rencana indah nun jauh tak terlaksana? Sudahlah.. itu telah berlalu. Waktunya bangkit dari rebahan. "Ingat, kita hanya bisa berencana. Allah yang akan mene...

Jika Pandemi ini Berakhir

Covid-19 Virus dengan wajah baru. Menjangkit hampir seluruh penjuru dunia. Tak terkecuali, negeri kita tercinta Indonesia. Hari ini, bumi pertiwi menahan pilu Menyaksikan bangsanya tak berdaya Petani tak bisa bebas nandur Pelajar tak bisa bebas mengekspresikan diri Pegawai pun kini bekerja dalam jaringan Miris, Semua serba dalam jaringan. Tak selamanya jaringan itu stabil. Belum lagi kuota yang semakin menipis. Duit abis. Pengen cari nafkah, orangtua balik lagi. #dirumahaja. kata pemerintah Jika pandemi ini berakhir.. Bumi pertiwi akan kembali ceria. Sosial bangsanya akan kembali bersuara. Tak ada lagi sosial distancing. Jabat tangan akan menjadi hal yang pertama dilakukan. Tak ada lagi berbicara sejauh 1 meter. Gotong royong sebagai ciri bangsa Indonesia akan kembali terjadi. Semesta.. Segeralah akhiri pandemi ini! Kami rindu ramadhan dengan serba-serbi nya. Kami rindu tadarus bersama. Kami rindu tarawih berjamaah di masjid. Kami rindu obrog yang seti...