Untukmu, Pejuang Garda Terdepan!

Gerimis sendu malam ini membawaku pada lamunan pilu. Menghantarkan rekaman hari-hari lalu. Peristiwa itu kembali muncul dalam pikiranku. Menggerakkanku untuk menulis sebuah surat untukmu. Pejuang di garda terdepan bumi pertiwi.


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam hormat dariku, untuk kalian para dokter, perawat, petugas rumah sakit, dan tenaga medis lainnya. Salam cinta dariku untukmu para pejuang di garda terdepan untuk melawan virus corona di bumi pertiwi kita. kalianlah para pahlawan kemanusiaan.

Saat kami diharuskan untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah, bahkan ibadah dari rumah, dan menerapkan social distancing untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19. Kalianlah. Kalian yang justru bekerja untuk menangani pasien positif covid-19. Bahkan kalianlah yang berdiri kokoh di samping pasien covid-19.

Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi kalian para pejuang garda terdepan. malam ini pasti kalian sangat lelah. bekerja seharian dengan tulus ikhlas membantu kami. kalian berjuang di puskesmas, rumah sakit, sampai ruang isolasi orang-orang yang terpapar virus. Jasamu akan tetap terkenang meski dirimu tak selalu tertangkap lensa kamera dan tak tercatat khusus dalam berita.

Untuk kalian yang berada di garda terdepan. Perjuangan kalian begitu besar. Kalian mengorbankan waktu berharga bersama ayah, ibu, istri, suami, dan anak demi keselamatan bangsa di bumi pertiwi ini. Kalian pasti merindukan kehangatan keluarga. Tapi apa boleh buat, semakin hari semakin banyak saja pasien covid-19. Jangan khawatir, kami akan mengikuti anjuran pemerintah agar tetap di rumah saja. Sehingga mata rantai penyebaran virus corona ini terhenti.

Tugas kalian di garda terdepan begitu berat sehingga nyawa kalian menjadi taruhannya. Namun kalian tidak gentar, apalagi mundur. Kami di belakang kalian siap membantu. Meskipun bantuan kami hanya dengan di rumah saja. Dan bila terpaksa keluar dari rumah, kami akan menggunakan masker. Kalian berjuang untuk kami dari sana. Dan kami membantu kalian dengan di rumah saja. Pertahanan ini masif jika aku, kamu, dan kita saling merangkul pun berdoa agar pandemi ini segera berakhir.

Terima kasih untuk kalian pahlawan bumi pertiwi. Dedikasimu sangat berarti. Selalu jaga kesehatan kalian. Sampaikan pula ucapan terima kasihku untuk keluarga kalian. Saya yakin pandemi ini segera usai dan kalian dapat kembali berjumpa dengan mereka yang tersayang.

Salam cinta dariku,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb


kulipat surat itu. bergegas membasuh diri dengan air wudhlu. bersimpuh dihadapanNya. memohon ampunan atas segala kekeliruan. memohonkan agar pandemi segera usai. merapalkan doa agar mereka para pejuang medis selalu dalam lindunganNya.

"Berpikir semua akan baik-baik saja di tengah situasi yang tidak baik-baik saja. mungkin itulah ramuan terbaik untuk saat ini. obat mujarabnya adalah bahagia dari hati. tamengnya adalah do'a kepada ilahi"
Nafaa

#Tetapdirumahya!
#SahabatAksara
#Day4

Kota Udang, 29 April 2020
Nafaa




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resensi Novel TRAUMA -Boy Candra-

Selamat Berjuang, Sampai Jumpa Esok

Pejuang PTN 2020